Meningkatkan Manfaat bagi Siswa Anda dengan Alat Bantu Dengar dan Implan Koklea: Ini Caranya!

See: English translation

 

 

Mendeteksi suara dalam rentang frekuensi antara 20 Hertz (Hz) hingga 20.000Hz dan antara 0 desibel (dB) hingga 130dB adalah sesuatu yang hampir setiap manusia anggap sebagai hal yang biasa. Di sisi lain, ada sekelompok individu yang mengalami gangguan pendengaran.

 

Individu-individu ini yang mengalami gangguan pendengaran akan menghadapi tantangan dalam mendengarkan frekuensi tertentu dan memerlukan alat bantu dengar untuk membantu memperkuat frekuensi tersebut agar mereka dapat mendengar lebih baik. Jadi bagaimana lembaga pendidikan dapat membantu dan memberikan bantuan untuk membuka potensi penuh dari siswa-siswa ini?

 

Di dunia pendidikan, inklusivitas dan aksesibilitas sangat penting. Di negara-negara Asia Tenggara, terutama di mana sumber daya untuk orang dengan kesulitan pendengaran mungkin terbatas, teknologi seperti Sistem FM, Sistem Inframerah, dan Sistem Loop Induksi muncul sebagai alat yang tak ternilai untuk menciptakan lingkungan belajar inklusif bagi semua siswa.

Tantangan dan Pertimbangan

Siswa yang menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea menghadapi tantangan harian mendengarkan dan memahami informasi dari pendidik mereka. Mengapa demikian? Karakteristik operasional Alat Bantu Dengar dan Implan Koklea bekerja sedemikian rupa sehingga suara, terutama suara latar belakang, akan terdeteksi ketika kelas berlangsung, yang bisa sangat mengganggu ketika ada kegiatan lain di dalam dan di luar kelas.

 

Hal ini akan menyebabkan siswa yang menggunakan Alat Bantu Dengar atau Implan Koklea kehilangan informasi penting dan akhirnya harus meminta guru atau dosen mereka untuk mengulangi, yang dapat melelahkan, memakan waktu, dan mengganggu bagi seluruh kelas jika terus-menerus terjadi selama pelajaran. Inilah tempat Sistem Pendengaran Bantu (ALS) sangat dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gangguan dari suara latar belakang dan menukar sumber suara langsung dari guru atau dosen, akhirnya meningkatkan pengalaman belajar siswa yang sebelumnya terganggu menjadi lebih menarik dan bermanfaat.

Keuntungan Sistem ALS/HES untuk Sekolah di Negara-Negara Asia

  1. Pengalaman Belajar yang Ditingkatkan
    Menerapkan ALS mempromosikan lingkungan belajar inklusif, memungkinkan semua siswa untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan percakapan. Siswa dengan gangguan pendengaran sering kesulitan memahami konten karena audio yang terdistorsi atau tidak jelas. Oleh karena itu, sistem ini mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa setiap siswa menerima informasi dengan jelas, sehingga meningkatkan kinerja akademis mereka.
  2. Komunikasi yang Meningkat
    Komunikasi yang jelas sangat penting untuk kesuksesan akademis. Dengan adanya ALS ini, guru dapat efektif berkomunikasi petunjuk dan pelajaran kepada semua siswa, tanpa memandang kemampuan pendengaran mereka. Ini juga mendorong interaksi antara siswa, mempromosikan dinamika kelas yang lebih padu dan terintegrasi.
  3. Efisiensi Biaya Jangka Panjang
    Meskipun biaya awal pemasangan mungkin menjadi perhatian, sistem-sistem ini menawarkan manfaat jangka panjang. Investasi dalam teknologi seperti ini mengurangi kebutuhan untuk merekrut staf dukungan tambahan untuk siswa dengan gangguan pendengaran. Selain itu, ini menghilangkan hambatan potensial terhadap pendidikan, memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang sama ke pembelajaran berkualitas, sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif.

Tanda Telinga Biru adalah tanda yang berarti dunia bagi orang dengan gangguan pendengaran. Setiap fasilitas yang memiliki tanda Telinga Biru menunjukkan bahwa ada loop pendengaran di sana. Bagi Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Asia Tenggara, tanda Telinga Biru memiliki makna yang dalam sebagai simbol aksesibilitas dan inklusi. Lambang ikonik universal ini, menampilkan telinga biru yang cerah dalam bingkai persegi, menandakan ketersediaan Layanan Pendengaran Bantu (ALS) di berbagai tempat di seluruh dunia, khususnya di Lembaga Pendidikan.

Jenis Sistem ALS

  1. Sistem Loop Induksi

    Sistem Loop Induksi menggunakan medan magnet untuk mengirimkan suara langsung ke alat bantu dengar atau implan koklea yang dilengkapi dengan komponen telecoil. Pada dasarnya, ini menjadikan alat bantu dengar dan implan koklea sebagai earpiece pembatal kebisingan karena mengambil suara langsung dari sumber tanpa adanya suara latar belakang, memastikan kejelasan. Solusi ini mudah dipasang dan biaya efektif karena hanya memerlukan instalasi sekali, membuatnya menjadi solusi yang layak untuk sekolah.
  2. Sistem FM

    Sistem FM adalah perangkat nirkabel yang memperkuat suara, mengirimkan langsung ke alat bantu dengar atau implan koklea seseorang yang dilengkapi dengan komponen Telecoil. Dalam konteks sekolah, Sistem FM dapat sangat bermanfaat bagi siswa dengan gangguan pendengaran terutama ketika ruang kelas dipenuhi dengan kebisingan dari kegiatan yang terjadi secara bersamaan selama pelajaran atau kuliah. Sistem ini dapat mengurangi suara latar belakang, memastikan siswa yang mempunyai kesulitan pendengaran dapat mendengar suara guru lebih jelas.
  3. Sistem Inframerah

    Mirip dengan Sistem FM, Sistem Inframerah mengirimkan sinyal audio secara nirkabel menggunakan gelombang cahaya, mengirimkan suara ke penerima yang dipakai oleh siswa selama pelajaran. Ini memungkinkan siswa dengan gangguan pendengaran, menerima suara yang jelas dan diperkuat tanpa gangguan. Sistem ini sangat berguna di lingkungan di mana frekuensi radio mungkin menyebabkan gangguan atau membawa risiko keamanan.

Kesimpulan

Sistem FM, Sistem Inframerah, dan Sistem Loop Induksi menawarkan jalan transformasional menuju inklusivitas dalam pendidikan. Dengan memanfaatkan pelbagai teknologi ini, sekolah-sekolah di Asia dapat membantu siswa-siswa yang ada gangguan pendengaran, memberdayakan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar mereka. Memprioritaskan inklusivitas dalam pendidikan tidak hanya bermanfaat bagi siswa individu tetapi juga berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil dan kaya.

 

Menggabungkan sistem-sistem ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4 Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni memastikan pendidikan inklusif dan berkualitas untuk semua. Ini adalah langkah menuju pembangunan lanskap pendidikan di mana setiap anak memiliki akses yang sama ke peluang belajar, mendorong mereka untuk mencapai potensi maksimal tanpa memandang kemampuan mereka. Selain itu, kampanye pendidikan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sistem-sistem ini dan pada akhirnya mendorong adopsi ALS.

Featured Projects

Tampines North Polyclinic

Tampines North Polyclinic Featured Project Tampines North Polyclinic serves as an easily accessible healthcare in the Tampines North Estate. Serving…


Posted in FAQ